Tentang kami
Perahu nelayan, dikelola bersama warga Sekotong Barat.
GiliSekotong berawal dari beberapa pemilik perahu di sekitar Dermaga Tawun yang biasa mengantar tamu ke gili setelah selesai melaut. Platform ini dibuat agar tamu bisa memesan dengan harga yang jelas dan nakhoda mendapat jadwal yang teratur.
5
perahu aktif, semuanya milik warga lokal
3
gili dalam satu trip: Nanggu, Sudak, Kedis
1
harga per perahu, berapa pun jumlah rombongannya
Kenapa harga per perahu?
Bensin dan tenaga nakhoda sama saja, entah perahu membawa empat atau dua belas orang, entah dipakai keliling gili atau mancing. Jadi kami tidak menghitung per kepala. Rombongan besar otomatis lebih hemat per orang.
Yang dihitung terpisah hanya yang memang Anda pilih sendiri: paket makan dari Kedai Bintang dan sewa alat seperti pelampung, kacamata snorkeling, atau fins.
Keselamatan yang bisa diukur
Dulu keputusan berlayar hanya berdasarkan pengalaman nakhoda. Pengalaman itu tetap jadi dasar, tetapi kini dicatat. Setiap catatan kondisi laut dan keputusan berangkat atau tidak disimpan sebagai data.
Dari data tersebut sistem membangun pohon keputusan (algoritma C4.5) yang memberi rekomendasi harian: layak, waspada, atau tidak layak. Hasilnya ditampilkan terbuka di halaman Kondisi Laut & Cuaca.
Yang kami pegang
Tidak memaksakan berlayar
Laut tidak layak berarti tanggal ditutup. Pesanan dijadwalkan ulang, tidak hangus.
Uang berputar di desa
Pemilik perahu, nakhoda, dan penyedia paket makan semuanya warga sekitar Tawun.
Karang dijaga bersama
Tamu diberi briefing singkat soal snorkeling yang tidak merusak karang sebelum berangkat.